Dari dulu aku tidak percaya dengan kasus ‘ketindihan’ saat tidur. Memang sangat gampang menjadikan hantu/makhlus halus sebagai biang keladi, bahkan sampai ke tempat tidur, kasihan mereka hehehe.
Stop blamming the Ghost.
Karena kasus ‘ketindihan’ sebenarnya adalah peristiwa yang dapat dipaparkan secara sains, yang disebut Sleep Paralysis.
Suatu kondisi dimana tubuh terasa tidak dapat digerakkan atau kaku sesaat setelah bangun tidur, atau saat hendak tidur (lebih jarang terjadi).
Apa penyebabnya? Jadi ceritanya begini, pada saat tidur kita akan mengalaman beberapa tahap salah satunya adalah REM(Rapid Eye Movement). REM merupakan tahap dimana sesoarang mulai bermimpi. Pada tahap ini terjadi kerja pada batang otak yang beperan penting dalam melindung kita dari resiko terluka oleh terjadinya pergerakan tubuh saat bermimpi, sehingga otot-otot pada tubuh ditahan pergerakannya pada masa REM.
Sleep paralysis terjadi karena terputusnya hubungan antara otak dan tubuh pada saat yang tidak tepat, yaitu ketika otak tersadar sepenuhnya dari zona REM, namun otot yang menahan pergerakan masih berlangsung.
Saat seperti ini, seseorang akan bangun dengan mata terbuka, namun tidak dapat menggerakan anggota tubuhnya, dan sering juga disertai oleh halusinasi atau bayangan tertentu, karena otak memang baru saja melalui fase bermimpi.
Secara umum, sleep paralysis terbagi atas dua jenis: Common Sleep Paralysis (CSP) dan Hallucinatory Sleep Paralysis.
Pada dasarnya sleep paralysis tidak berbahaya bagi jiwa, biasanya sering dijumai pada penderita narcolepsy(orang yang tidak dapat mengontrol keinginan tidurnya).
Cara mengatasinya tidak sulit, cukup dengan mengurangi stress *memang stress ini dampaknya banyak
*, tidur cukup dan pada waktu teratur, olahraga teratur, dan usahakan tidak tidur secara telungkup.
So…Stop blamming the Ghost, jaman modren gini jangan percaya tahyul dahhh
.
Jejak Pengunjung